jam
0 penger tian daur ulang sampah
Minggu, 31 Oktober 2010
Label:
daur ulang...
Daur ulang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Simbol internasional untuk daur ulang
Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk / material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga adalam proses hierarki sampah 3R (Reuse, Reduce, and Recycle).
Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik. Meskipun mirip, proses pembuatan kompos yang umumnya menggunakan sampah biomassa yang bisa didegradasi oleh alam, tidak dikategorikan sebagai proses daur ulang. Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemrosesan material baru untuk proses produksi.
Pada pemahaman yang terbatas, proses daur ulang harus menghasilkan barang yang mirip dengan barang aslinya dengan material yang sama, contohnya kertas bekas harus menjadi kertas dengan kualitas yang sama, atau busa polistirena bekas harus menjadi polistirena dengan kualitas yang sama. Seringkali, hal ini sulit dilakukan karena lebih mahal dibandingkan dengan proses pembuatan dengan bahan yang baru. Jadi, daur ulang adalah proses penggunaan kembali material menjadi produk yang berbeda. Bentuk lain dari daur ulang adalah ekstraksi material berharga dari sampah, seperti emas dari prosessor komputer, timah hitam dari baterai, atau ekstraksi material yang berbahaya bagi lingkungan, seperti merkuri.
Daur ulang adalah sesuatu yang luar biasa yang bisa didapatkan dari sampah. Proses daur ulang alumunium dapat menghemat 95% energi dan mengurangi polusi udara sebanyak 95% jika dibandingkan dengan ekstraksi alumunium dari tambang hingga prosesnya di pabrik. Penghematan yang cukup besar pada energi juga didapat dengan mendaur ulang kertas, logam, kaca, dan plastik.
Material-material yang dapat didaur ulang dan prosesnya diantaranya adalah:
Bahan bangunan
Material bangunan bekas yang telah dikumpulkan dihancurkan dengan mesin penghancur, kadang-kadang bersamaan dengan aspal, batu bata, tanah, dan batu. Hasil yang lebih kasar bisa dipakai menjadi pelapis jalan semacam aspal dan hasil yang lebih halus bisa dipakai untuk membuat bahan bangunan baru semacam bata.
Baterai
Banyaknya variasi dan ukuran baterai membuat proses daur ulang bahan ini relatif sulit. Mereka harus disortir terlebih dahulu, dan tiap jenis memiliki perhatian khusus dalam pemrosesannya. Misalnya, baterai jenis lama masih mengandung merkuri dan kadmium, harus ditangani secara lebih serius demi mencegah kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia.
Baterai mobil umumnya jauh lebih mudah dan lebih murah untuk didaur ulang.
Barang Elektronik
Barang elektronik yang populer seperti komputer dan handphone umumnya tidak didaur ulang karena belum jelas perhitungan manfaat ekonominya. Material yang dapat didaur ulang dari barang elektronik misalnya adalah logam yang terdapat pada barang elektronik tersebut (emas, besi, baja, silikon, dll) ataupun bagian-bagian yang masih dapat dipakai (microchip, processor, kabel, resistor, plastik, dll). Namun tujuan utama dari proses daur ulang, yaitu kelestarian lingkungan, sudah jelas dapat menjadi tujuan diterapkannya proses daur ulang pada bahan ini meski manfaat ekonominya masih belum jelas.
Logam
Besi dan baja adalah jenis logam yang paling banyak didaur ulang di dunia. Termasuk salah satu yang termudah karena mereka dapat dipisahkan dari sampah lainnya dengan magnet. Daur ulang meliputi proses logam pada umumnya; peleburan dan pencetakan kembali. Hasil yang didapat tidak mengurangi kualitas logam tersebut.
Contoh lainnya adalah alumunium, yang merupakan bahan daur ulang paling efisien di dunia. Namun pada umumnya, semua jenis logam dapat didaur ulang tanpa mengurangi kualitas logam tersebut, menjadikan logam sebagai bahan yang dapat didaur ulang dengan tidak terbatas.
Bahan Lainnya
Kaca dapat juga didaur ulang. Kaca yang didapat dari botol dan lain sebagainya dibersihkan dair bahan kontaminan, lalu dilelehkan bersama-sama dengan material kaca baru. Dapat juga dipakai sebagai bahan bangunan dan jalan. Sudah ada Glassphalt, yaitu bahan pelapis jalan dengan menggunakan 30% material kaca daur ulang.
Kertas juga dapat didaur ulang dengan mencampurkan kertas bekas yang telah dijadikan pulp dengan material kertas baru. Namun kertas akan selalu mengalami penurunan kualitas jika terus didaur ulang. Hal ini menjadikan kertas harus didaur ulang dengan mencampurkannya dengan material baru, atau mendaur ulangnya menjadi bahan yang berkualitas lebih rendah.
Plastik dapat didaur ulang sama halnya seperti mendaur ulang logam. Hanya saja, terdapat berbagai jenis plastik di dunia ini. Saat ini di berbagai produk plastik terdapat kode mengenai jenis plastik yang membentuk material tersebut sehingga mempermudah untuk mendaur ulang. Suatu kode di kemasan yang berbentuk segitiga 3R dengan kode angka di tengah-tengahnya adalah contohnya. Suatu angka tertentu menunjukkan jenis plastik tertentu, dan kadang-kadang diikuti dengan singkatan, misalnya LDPE untuk Low Density Poly Etilene, PS untuk Polistirena, dan lain-lain, sehingga mempermudah proses daur ulang.
Jenis kode plastik yang umum beredar diantaranya:
* PET (Polietilena tereftalat). Umumnya terdapat pada botol minuman atau bahan konsumsi lainnya yang cair.
* HDPE (High Density Polyethylene, Polietilena berdensitas tinggi) biasanya terdapat pada botol deterjen.
* PVC (polivinil klorida) yang biasa terdapat pada pipa, rnitur, dan sebagainya.
* LDPE (Low Density Polyethylene, Polietilena berdensitas rendah) biasa terdapat pada pembungkus makanan.
* PP (polipropilena) umumnya terdapat pada tutup botol minuman, sedotan, dan beberapa jenis mainan.
* PS (polistirena) umum terdapat pada kotak makan, kotak pembungkus daging, cangkir, dan peralatan dapur lainnya.
0 apa itu sampah
Label:
sampah
On Sat, 8 May 1999 kuki.soejachmoen@... wrote:
|mas pemikir ulung ... :)
|apakah untuk mendapatkan hasil pengomposan yg optimal itu
diperlukan
|pengkondisian tertentu?
maaf baru tak baca lagi...wah ini udah lama pertanyaannya....
betul untuk pembuatan kompos perlu pengkondisian, kondisi yang
optimal,
sangat tergantung dari input material, proses yang digunakan dan
lingkungan pengomposan. Nah unutk proses yang paling sederhana,
perlu
optimasi terutama dari segi bahan. Dari segi proses ya yang
paling
sederhana di lahan terbuka, tapi untuk ini perlu pengkondisian
bahan,
serta pembalikan. Jadi untuk menjawab yang bagaimana yang
optimun, ini
tergantung sekali dari daerah masing masing. Kalau boleh tahu
anda ini
dari daerah mana? Terus yang penting selalu saya tekankan adalah
analisis
serta prediksi timbulan sampah serta prediksi perubahan
komposisi sampah.
begitu....kalau mau ayuk kita buat proyek di kota
anda.......siapa mau
ngacung.....
Saya mau hayo, tapi biayanya dr anda lho,
Saya juga mau nanya bagaimana caranya mensortir tumpukan sampah
dr bahan2 yg tdk diperlukan untuk pembuatan kompos, ini bukan pekerjaan
ringan, krn pengalaman sekitar thn 70an pernah minta satu truk sampah
kota dikirim ke lahan daerah saya, lha ternyata malah jadi repot, habis
didalamnya ada beling, plastik, kawat2, besi2, malah amat sangat
merepotkan sekali untuk membersihkan dr barang2 haram tsb, lha kalau tdk
nanti yg nyangkul akan kena/terluka.
|menurut saya, potensi pemanfaatan sampah sbg kompos itu relatif
tinggi di negara kita mengingat jumlah sampah yg dihasilkan sangat
tinggi, terutama sampah rumah tangga & jika mau & memungkinkan sistem
pengomposan per daerah (katakanlah per kompleks perumahan) akan dapat
dilakukan (kalo ngga salah di BSD telah dilakukan) ... lha ini kan bisa
menghemat biaya pengangkutan &
pembuangan sampah selain menghemat uang u/beli pupuk.
|mohon info lebih lanjut ttg kompos ini ...
|
|KS
benar ini ada kaitannya dengan reduksi volume sampah terbuang ke
TPA,
selain bahwa kita lihat sekarang tidak mudah cari lahan TPA.
Selain itu
dengan pengomposan, dapat menciptakan lapangan kerja baru.....ya
kan.
Dengan senang hati saya akan jawab pertanyaannya yang saya bisa
tentu.
Yours
Wicaksana Wayan
Tukang Sampah(Pemulung)
Universitaet GH Paderborn, Germany
(Pemulung = Pemikir Ulung hehehehe ja bitte)
Read more
|mas pemikir ulung ... :)
|apakah untuk mendapatkan hasil pengomposan yg optimal itu
diperlukan
|pengkondisian tertentu?
maaf baru tak baca lagi...wah ini udah lama pertanyaannya....
betul untuk pembuatan kompos perlu pengkondisian, kondisi yang
optimal,
sangat tergantung dari input material, proses yang digunakan dan
lingkungan pengomposan. Nah unutk proses yang paling sederhana,
perlu
optimasi terutama dari segi bahan. Dari segi proses ya yang
paling
sederhana di lahan terbuka, tapi untuk ini perlu pengkondisian
bahan,
serta pembalikan. Jadi untuk menjawab yang bagaimana yang
optimun, ini
tergantung sekali dari daerah masing masing. Kalau boleh tahu
anda ini
dari daerah mana? Terus yang penting selalu saya tekankan adalah
analisis
serta prediksi timbulan sampah serta prediksi perubahan
komposisi sampah.
begitu....kalau mau ayuk kita buat proyek di kota
anda.......siapa mau
ngacung.....
Saya mau hayo, tapi biayanya dr anda lho,
Saya juga mau nanya bagaimana caranya mensortir tumpukan sampah
dr bahan2 yg tdk diperlukan untuk pembuatan kompos, ini bukan pekerjaan
ringan, krn pengalaman sekitar thn 70an pernah minta satu truk sampah
kota dikirim ke lahan daerah saya, lha ternyata malah jadi repot, habis
didalamnya ada beling, plastik, kawat2, besi2, malah amat sangat
merepotkan sekali untuk membersihkan dr barang2 haram tsb, lha kalau tdk
nanti yg nyangkul akan kena/terluka.
|menurut saya, potensi pemanfaatan sampah sbg kompos itu relatif
tinggi di negara kita mengingat jumlah sampah yg dihasilkan sangat
tinggi, terutama sampah rumah tangga & jika mau & memungkinkan sistem
pengomposan per daerah (katakanlah per kompleks perumahan) akan dapat
dilakukan (kalo ngga salah di BSD telah dilakukan) ... lha ini kan bisa
menghemat biaya pengangkutan &
pembuangan sampah selain menghemat uang u/beli pupuk.
|mohon info lebih lanjut ttg kompos ini ...
|
|KS
benar ini ada kaitannya dengan reduksi volume sampah terbuang ke
TPA,
selain bahwa kita lihat sekarang tidak mudah cari lahan TPA.
Selain itu
dengan pengomposan, dapat menciptakan lapangan kerja baru.....ya
kan.
Dengan senang hati saya akan jawab pertanyaannya yang saya bisa
tentu.
Yours
Wicaksana Wayan
Tukang Sampah(Pemulung)
Universitaet GH Paderborn, Germany
(Pemulung = Pemikir Ulung hehehehe ja bitte)





